Move On Lagi

Yapz, hari ini saya mendeklarasikan bahwa saya telah move on. Bukan pindah ke lain hati dari hati mantan lho ya, melainkan pinsah dari suatu penyedia layanan ke penyedia layanan lain.

Awalnya saya menggunakan Github untuk menyimpan kode program yang saya buat dan tentunya kode program hasil fork, beberapa waktu kemudian saat proyek yang saya kerjakan bukan untuk konsumsi publik diputuskanlah sebagian memindahkan repositori yang ada di Github ke Bitbucket. Alasannya karena Github mengharuskan kita membayar untuk dapat menggunakan private repoaitory, sedangkan di Bitbucket kita dapat menggunakan secara cuma-cuma alias gratis.

Setelah hampir setahun menggunakan Bitbucket akhirnya saya memindahkannya lagi ke Gitlab. Di Gitlab kita juga dapat menggunakan private repo secara gratis dan limit kapasitas file yang disimpan lebih besar, sedangkan untuk total kapasitas penyimpanan dan jumlah repositori baik Bitbucket maupun Gitlab sama-sama unlimited. Di Bitbucket untuk versi gratis dibatasi maksimal 5 orang dalam satu tim. Alasan lain saya berpindah ke Gitlab kita bisa membuat server Gitlab sendiri, atau istilahnya self-hosted. Hal itu dimungkinkan karena Gitlab menyediakan versi Community yang berlisensi Open Source. Selain itu antarmuka dan pengelolaan yang relatif lebih mudah dibandingkan Github atau Bitbucket.

Namun ada hal yang masih saya sukai di Github dan Bitbucket. Fasilitas Github Pages merupakan sebuah fasilitas yang dapat kita gunakan untuk menempatkan website statis. Ini berguna ketika kita membutuhkan hosting untuk proyek kita. Sedangkan Bitbucket, saya suka kemudahan aksesnya karena kita tidak terlalu diribetkan dengan konfigurasi key SSH sehingga membuat kita lebih mudah untuk mengelola repositori dari perangkat manapun.

Sekian dulu coretan singkatnya. Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan ketiga layanan tersebut silahkan kunjungi situs resminya lalu cobalah sendiri.