120 Hari Menjalani

Juli, Agustus, September, Oktober. Bukan sedang belajar menghafal nama bulan kalender Masehi, namun baru saja teringat bahwa tak terasa sudah empat bulan semenjak beberapa kejadian di bulan Juli, entah itu kejadian yang menyenangkan maupun yang mengenaskan.

Pertengahan Juli 2015 adalah saat dimana mengenal lebih dekat dia dan keluarganya. Senang, karena saat itu pula kami memiliki quality time bersama sehingga hal itu membuat kami menjadi lebih saling mengenal satu sama lain.

Dilanjutkan dengan tragedi yang tidak diharapkan oleh siapapun di penghujung bulan Juli 2015. Sebuah kecelekaan yang akhirnya mengharuskan untuk beristirahat sejenak, atau lebih tepatnya beberapa bulan. Disinilah saatnya bagi orang-orang yang berada di sekitar diuji, mana teman, rekan, atau keluarga yang benar-benar peduli dan mana yang sama sekali tidak peduli. Ada juga golongan yang dia sebetulnya peduli tapi enggan, sebut saja golongan ini sebagai golongan “turut prihatin”.

Selain rekan, teman, kerabat, atau keluarga yang diuji, ada orang lain yang juga diuji. Namun bukan hanya kepedulian saja yang diuji, tapi juga kesabaran dan kesetiaan. Ya, dia adalah pasangan atau istilah lainnya adalah kekasih.

Terima kasih kepada kekasih yang telah rela menyediakan waktunya disela kesibukannya untuk menemani, merawat, memberikan semangat, bahkan terima kasih telah memberikan “tamparan” untuk tetap tersadar.